DSC_0394

PURBALINGGA  – Sebanyak 10 ekor kambing hasil pengumpulan zakat profesi karyawan dan karyawati Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Kecamatan Karangreja Purbalingga di bagikan kepada fakir miskin dan orang tidak mampu. Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun, selain diberikan dalam bentuk kambing, juga ada yang diberikan sendiri dalam bentuk uang.

“Tujuan dari kegiatan tersebut, sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam rangka pengurangan kemiskinan, dan memberdayakan masyarakat tidak mampu,”tutur Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Karangreja saat memberikan sambutan penyerahan zakat profesi yang dikemas dalam acara Penyerahan  Tali Asih (Kambing Lokal) dari karyawan untuk keluarga tidak mampu di Aula UPTD Puskesmas Karangreja, Rabu (22/4) yang dihadiri pejabat Pemkab, Camat Karangreja dan unsure Muspika Kecamatan Karangreja.

Dengan pemberian tersebut, tambah Suwanto, diharapkan dapat memupuk kesadaran untuk saling berbagi kepada yang tidak mampu. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan pihaknya.

“Penyaluran zakat profesi ni merupakan hasil pengumpulan zakat karyawan kami. Disamping itu, sebagian mereka ada juga yang menyalurkan zakat sendiri secara langsung. Dan kami wujudkan dalam bentuk hewan ternak serta diutamakan keluarga yang masih kekurangan dari segi ekonomi. Sehingga diharapkan dengan diwujudkan hewan ternak dapat mengangkat perekonomian, serta diutamakan yang bersedia mencari rumput,”terangnya.

Wakil Bupati Purbalingga saat memberikan sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nonot Mulyono mengatakan atas nama pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga, pihaknya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi masyarakat di dalam upaya membangun mental spiritual bangsa dan membantu pemerintah daerah serta memupuk rasa kemanusaian terhadap sesama, saling berbagi, membantu terhadap orang-orang yang masih kekurangan serta kesusahan terutama terhadap fakir miskin dan anak yatim piatu,”tuturnya.

Untuk itu, kata wabup apresiasi dan terima kasih sangat  tinggi kepada para  muzaki (pemberi zakat) yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu fakir miskin. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi berkah dan dapat dimanfaatkan oleh fakir miskin dengan sebaik-baiknya untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik.

“Hal ini diharapkan menjadi momentum awal bagi kita semua untuk mengembangkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama. Semangat ini juga juga  strategis untuk terus  kita kembangkan dan budayakan sebagi kebiasaan di tengah masyarakat,”tuturnya.

Diharapakan tandas wabup, apabila umat muslim yang berkecukupan telah membayara kewajiban zakat, infak dan sodaqoh, sesuai dengan ketentuan. Maka ini dapat menjadi modal besar untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada.

“Sehingga kemiskinan dan kesenjangan sosial di Kabupaten Purbalingga akan berkurang . Untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat Purbalingga secara kontinyu agar membiasakan diri berbagi dan lebih peduli terhadap sesama. Kapada penerima zakat untk kegiatan yang bermanfaat, gunakan bantuan ini sebaik-baiknya, sehingga bantuan ini bisa mengangkat perekonomian penerima zakat agar  lebih maju dan mandiri. Mari bersama-sama terus berkarya membangun Purbalingga yang gemilang mandiri, berdaya saing serta berakhlak mulia, membangun dengan perannya masing-masing,”tandasnya. (Sukiman)